4ras2-an

Describing Our Lives

Langkah Membasmi Virus Conficker/Kido/ April 30, 2009

Filed under: Ilmu Komputer — arasy @ 9:01 am

conficker_av_string

Program jahat bernama Kido alias Conficker alias Downadup telah menyebar luas. Versi barunya pun mengancam pengguna internet. Bagaimana cara membasmi virus ganas ini. Virus luar berteknologi canggih ini memang menyebar luar biasa.
Bentuknya yang merupakan file DLL (Dynamic Link Library) membedakannya dengan kebanyakan virus lain yang berupa EXE. Kemampuan yang dimilikinya juga bisa disetarakan dengan rootkit. Serta, sifatnya ber-polymorphic membuatnya memiliki tubuh yang berubah-ubah. Pada komputer terinfeksi, user tidak akan dapat membuka situs yang “berbau” antivirius atau Microsoft update. Virus ini juga aktif menyebardiIndonesia dengan menggunakan media removable disk misalkan flash disk.Pada flash disk terinfeksi, Anda akan menemukan file autorun.inf dan direktori RECYCLER yang di dalamnya terdapat sub-direktori dengan nama misalkan S-5-3-42-2819952290-8240758988-879315005-3665, dan pada direktori inilah terdapat file virus Conficker dengan nama biasanya jwgkvsq.vmx yang sebenarnya adalah file DLL.

Untuk mencegah seluruh komputer dan server terinfeksi Kido, Anda disarankan melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Instal patch dari Microsoft yang menutup celah MS08-067, MS08-068, MS09-001.
  • Pastikan password akun administrator lokal tidak dapat diterka dengan mudah—password minimal harus terdiri dari 6 karakter yang merupakan perpaduan antara huruf kapital dan non-kapital, angka, serta karakter spesial seperti tanda baca.
  • Matikan fitur yang menjalankan file dalam USB flash disk secara otomatis.

Peranti KKiller.exe dapat dijalankan secara lokal pada komputer yang sudah terinfeksi atau dijalankan secara remote dengan bantukan Kaspersky Administration Kit.

Untuk Menghapus Secara Lokal

  1. Unduh KKiller_v3.4.3.zip dan ekstrak paket itu ke sebuah folder dalam komputer yang sudah terinfeksi.
  2. Jalankan file KKiller.exe. Ketika scan sudah selesai, jendela command prompt bsia muncul pada layar monitor. Untuk me-minimize jendela itu, tekan sembarang ombol. Agar jendela itu ditutup secara otomatis, disarankan gar KKiller.exe dijalankan dengan parameter “-y”.
  3. Tunggu sampai proses scan selesai.Bila Agnitum Outpost Firewall terinstal pada komputer yang menjalankan KKiller.exe, restart setelah penggunaan KKiller.exe.
  4. Lakukan full scan  pada komputer dengan Kaspersky Anti-Virus.

Untuk Menghapus dengan Administration Kit

  1. Unduh KKiller_v3.4.3.zip dan ekstrak isinya ke dalam sebuah folder.
  2. Dalam konsol Administration Kit, buatlah paket instalasi untuk KKiller.exe. Dalam pengaturan paket instalasi, pilih “Make installation package for speficied executable file”.Pada kotak “Executable file command line (optional)” tulisan parameter “-y” agar jendela konsol tertutup secara otomatis setelah proses selesai.
  3. Buat task untuk instalasi jarak jauh yang dapat dilakukan secara global atau hanya grup tertentu. Jalankan task itu. KKiller.exe dapat dijalankan pada semua komputer dalam jaringan.
  4. Ketika KKiller.exe sudah selesai bekerja, scan setiap komputer menggunakan Kaspersky Anti-Virus.Kalau Agnitum Outpost Firewall terinstal pada komputer, restart PC setelah KKiller.exe digunakan. Untuk mendapat informasi tambahan, jalankan KKiller.exe dengan parameter tambahan “-help”.

Sumber : Virusindonesia.com , detiknet.com

Iklan
 

Analisa 10 Virus Top Bulan Maret April 11, 2009

Filed under: Ilmu Komputer — arasy @ 9:56 am

Tiga peringkat teratas kali ini, ditempati oleh virus import, berturut-turut adalah Conficker, Recycler, dan Autoit. Conficker yang berada di urutan pertama memang memiliki kemampuan menyebar yang luar biasa, dan sampai saat ini ia masih terus bergerak untuk menginfeksi setiap komputer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Daftar lengkapnya sebagai berikut:

1. Conficker

Daftar domain yang di-black list oleh Conficker.Virus luar berteknologi canggih ini memang menyebar luar biasa. Bentuknya yang merupakan file DLL (Dynamic Link Library) membedakannya dengan kebanyakan virus lain yang berupa EXE. Kemampuan yang dimilikinya juga bisa disetarakan dengan rootkit. Serta, sifatnya ber-polymorphic membuatnya memiliki tubuh yang berubah-ubah. Pada komputer terinfeksi, user tidak akan dapat membuka situs yang “berbau” antivirius atau Microsoft update. Virus ini juga aktif menyebar di Indonesia dengan menggunakan media removable disk misalkan flash disk. Pada flash disk terinfeksi, Anda akan menemukan file autorun.inf dan direktori RECYCLER yang di dalamnya terdapat sub-direktori dengan nama misalkan S-5-3-42-2819952290-8240758988-879315005-3665, dan pada direktori inilah terdapat file virus Conficker dengan nama biasanya jwgkvsq.vmx yang sebenarnya adalah file DLL.

(more…)

 

Aplikasi SIG untuk Deliniasi Zona Erosi dan Banjir

Filed under: Spasial Analisis — arasy @ 8:23 am

Perangkat lunak SIG (Sistem Informasi Geografik) biasanya mengelola data berformat vektor. Bila fasilitas untuk data raster tersedia, biasanya digunakan hanya untuk menampilkan data tersebut bukan untuk keperluan analisis data. Oleh karena itu, diperlukan metode tambahan bila akan menggunakan SIG untuk analisis geo-spasial yang melibatkan banyak variabel. Penggunaan metode grid sederhana dengan perhitungan informasi bersifat numerik dapat diterapkan untuk berbagai tujuan analisa geo-spasial. Metode tersebut dilakukan dengan pembuatan grid pada peta daerah yang akan dianalisa, pembuatan struktur data sesuai dengan jumlah dan karakteristik variabel yang ditetapkan, pemasukan data, dan perhitungan data menggunakan pendekatan statistik dan matematika.

Beberapa variabel yang digunakan dalam penerapan metode ini, diantaranya adalah tipe batuan, struktur geologi, kemiringan lereng, tingkat pelapukan, penggunaan lahan, dan intensitas curah hujan. Hasil analisa menunjukkan bahwa Cekungan Bandung dapat dikelompokkan menjadi 5 zona erosi, yaitu erosi sangat kuat, erosi kuat, erosi menengah, erosi rendah, dan erosi sangat rendah.

Pada umumnya, kawasan rawan banjir menempati bentangalam berupa depresi. Di daerah tersebut air permukaan terkonsentrasi lebih dalam dibandingkan daerah sekitarnya.

Hasil analisa data dan hasil survei lapangan diverifikasi menggunakan uji beda rata-rata (t-test). Hasil uji menunjukkan bahwa diantara keduanya secara signifikan tidak berbeda, dimana “thitung < ttabel”. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa metode grid sederhana dapat digunakan untuk analisa data geo-spasial terkait dengan aplikasi SIG untuk deliniasi zona erosi dan banjir.

 

Aplikasi SIG Dalam Mitigasi Tsunami

Filed under: Spasial Analisis — arasy @ 8:07 am

Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang tsu = pelabuhan, dan nami = gelombang. Tsunami berarti pasang laut besar di pelabuhan. Dalam ilmu kebumian terminologi ini dikenal dan baku secara umum. Secara singkat tsunami dapat dideskripsikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh suatu gangguan impulsif yang terjadi pada medium laut, seperti terjadinya gempa bumi, erupsi vulkanik, atau oleh land-slide (longsoran). Gelombang tsunami yang ditimbulkan oleh gaya impulsif ini bersifat transien yaitu gelombangnya bersifat sesar. Gelombang semacam ini berbeda dengan gelombang laut lainnya yang bersifat kontinyu, seperti gelombang laut yang ditimbulkan oleh gaya gesek angin atau gelombang pasang surut yang ditimbulkan oleh gaya tarik benda angkasa. Periode gelombang tsunami berkisar antara 10-60 menit (Diposaptono, 2005).

Gelombang tsunami mempunyai panjang gelombang yang besar sampai mencapai 100 km. Kecepatan rambat gelombang tsunami di laut dalam mencapai antara 500 sampai 1000 km/jam. Kecepatan penjalaran tsunami ini sangat tergantung dari kedalaman laut dan penjalarannya dapat berlangsung mencapai ribuan kilometer. Apabila tsunami mencapai pantai, kecepatannya dapat mencapai 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Sedangkan tinggi tsunami dapat mencapai 30 m. Dampak negatif yang diakibatkan adalah dapat menyebabkan genangan, kontaminasi air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih. Disamping itu dapat merusak bangunan, prasarana dan tumbuh-tumbuhan, dan dapat mengakibatkan korban jiwa manusia (Diposaptono, 2005).

Indonesia merupakan satu kawasan yang terletak pada daerah pertemuan tiga lempeng (triple junction plate convergence) yaitu lempeng Eurasia, lempeng Samudera Pasifik dan lempeng India-Australia yang masing-masing bergerak ke barat dan ke utara relatif terhadap eurasia. Dengan demikian Indonesia merupakan daerah yang secara tektonik sangat labil dan termasuk salah satu pinggiran benua yang sangat aktif di muka bumi. Akibatnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986). Gempa-gempa tersebut sebagian berpusat di dasar Samudra Hindia, dan beberapa dapat memicu terjadinya gelombang laut yang besar yang disebut tsunami (Diposaptono, 2005).

Manajemen Bencana Tsunami

Tujuan umum dari manajemen bencana adalah untuk mencegah terjadinya bencana dan mengurangi dampak bencana tersebut. Ada empat fase yang kita lakukan ditampilkan pada tabel 1 (Erlingsson, 2005).

(more…)

 

Situ Gintung : Rekaman Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Bencana

Filed under: Tak Berkategori — arasy @ 6:11 am

Bencana jebolnya waduk Situ Gintung telah di rekam melalui citra satelit IKONOS dengan tanggal rekaman pada 28 Maret 2009 atau sehari setelah bencana memilukan tersebut terjadi. Anda bisa melihat gambar rekaman citra satelit Situ Gintung tanggal 12 September 2007 sebelum bencana terjadi dan sesudah bencana terjadi.

Download Link Gambar:

Gambar Sebelum Bencana

Gambar Sesudah Bencana

 

Pemanasan Global dan Solusi Tuntasnya

Filed under: Global Warming — arasy @ 3:47 am

Iklim, kacau !

Iklim sekarang sudah tidak menentu, pemanasan global telah menghampiri kita. Menurut Laporan Badan Meteorologi Dunia (WMO) disebutkan bahwa suhu bumi pada 2006 meningkat 0,420C di atas rata-rata 1961-1990. Suhu di tahun itu merupakan suhu terpanas ke-6 dalam sejarah kehidupan di bumi.

Di tahun ini IPPC (Intergovernmental Panel on Climate Change) mengeluarkan laporan dari tiga kelompok kerja. Laporan tersebut secara tegas menyebutkan “tidak ada keraguan akan masalah perubahan iklim; memastikan bukti-bukti dari perubahan iklim dengan yakin; skala dan percepatan dari dampaknya terhadap kehidupan manusia dan ekosistem akan sangat tinggi; menghindari perubahan iklim ekstrim dapat dilakukan dengan bantuan teknologi dan ekonomi namun waktu untuk bertindak tidak banyak”

Penyumbang emisi karbon

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, besar atau kecil pastinya tetap menyumbang emisi karbon bagi bumi ini. Beberapa bulan lalu Organisasi Pangan dan Pertanian melansir sebuah hasil riset yang menempatkan Indonesia sebagai perusak hutan tercepat di dunia. Laju kerusakan hutan kita, menurut data itu, adalah 2 persen atau 1,87 juta hektar per tahun. Dengan kata lain, 51 kilometer persegi hutan kita rusak setiap hari atau 300 kali lapangan sepak bola setiap jam!

Nah, dengan rusaknya hutan tropis Indonesia, baik akibat pembalakan liar maupun kebakaran hutan pastinya akan menambah jumlah karbondioksida (CO2) di udara. Bertambahnya konsentrasi CO2 ini jelas akan meningkatkan rata-rata suhu bumi. Masih menurut perhitungan para ahli, secara kasar, rata-rata suhu udara di dekat permukaan bumi meningkat sebesar 0,74 derajat Celcius selama satu abad terakhir.

Tidak hanya Indonesia dan negara berkembang lainnya yang menyumbang emisi karbon, Negara maju pun demikian. Emisi GRK terbesar justru dihasilkan oleh negara-negara kaya seperti Amerika Serikat (AS). Satu orang AS menghasilkan efek emisi sebanding dengan 17 orang Maladewa, 19 orang India, 30 orang Pakistan, 49 orang Sri Langka, 107 orang Bangladesh, 134 orang Bhutan dan 269 orang Nepal. (Firdaus Cahyadi, 2007)

Emil Salim memaparkan, antara tahun 1994 dan 2004 jumlah emisi karbon dioksida di negara maju, kecuali Jerman, Polandia, Rusia, naik 88 persen. Bisa kita ketahui semua negara, maju maupun berkembang sama-sama menjadi penyumbang emisi karbon, cuma berbeda dari sisi besar dan kecilnya saja.

Dampak Pemanasan global

Dengan menggunakan model dari IPCC, Indonesia akan mengalami kenaikan dari temperatur rata-rata dari 0,10 – 0,30C per dekade. Kenaikan suhu ini akan berdampak pada iklim yang memengaruhi manusia dan lingkungan sekitarnya, seperti kenaikan permukaan air laut dan kenaikan intensitas dan frekuensi dari hujan, badai tropis, serta kekeringan.

(more…)

 

10 Gejala Pemanasan Global

Filed under: Global Warming — arasy @ 3:40 am
  • Kebakaran hutan besar-besaran

Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.

stop-global-warming

  • Situs purbakala cepat rusak

Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.

(more…)